Thursday, July 21, 2011

8 Lapan pelajaran

Adakah kami bangga kerna naik Haji?,tidak!, kerna kami faham, DIA yang
menghajikan kami,malah ada yang sudah Haji tapi belum dizahirkan,
tapi siapa?
Suatu hari, Syaqiq Al Balkhi berjumpa dengan Hatim. Syaqiq bertanya, “Selama sehari ini, ilmu apa saja yang sudah kau dapatkan?”

Hatim menjawab, “Aku mendapatkan lapan pelajaran:

Pertama, aku perhatikan segala sesuatu di dunia ini. Aku mendapati bahwa setiap orang memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lalu ketika ia mati, ia pun harus rela berpisah dengan kekasihnya. Maka aku menjadikan segala amal shalehku sebagai kekasihku supaya ia tetap bersamaku nanti di alam kubur.

Kedua, aku perhatikan firman Allah, “Dan orang yang menahan jiwanya dari hawa nafsu, maka surga adalah tempat kembalinya.” (QS. An Nazi’at:40) Maka aku berusaha dengan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu agar aku tetap berada dalam ketaatan kepada Allah.

Ketiga, aku perhatikan bahwa setiap orang jika memiliki barang yang berharga, ia pasti selalu menjaganya dengan baik. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Segala sesuatu yang berada padamu akan binasa, dan segala sesuatu yang berada pada Allah akan kekal abadi.” (QS. An Nahl: 96) Oleh karena itu, setiap kali aku memiliki barang berharga, aku selalu menitipkannya kepada Allah supaya menjadi kekal abadi selamanya.

Keempat, aku perhatikan manusia selalu berbangga-bangga dengan harta, keturunan dan jabatan, padahal semua itu tak ada harganya sama sekali. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al Hujurat: 13) Oleh karena itu, aku berusaha menjadi orang yang bertakwa supaya menjadi mulia di mata Allah.

Kelima, aku perhatikan manusia saling mendengki dan iri hati. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Aku telah membagi-bagi jatah hidup mereka.” (QS. Az Zukhruf: 32) Oleh karena itu, aku tinggalkan dengki dan iri hati.

Keenam, aku perhatikan manusia saling bermusuhan. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Sesungguhnya syetan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fathir: 6) Oleh karena itu, aku tinggalkan permusuhan dengan sesama manusia, lalu aku menjadikan syetan sebagai satu-satunya musuhku.

Ketujuh, aku perhatikan manusia mengerah tenaga mereka untuk mengais rezeki. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Tak ada satu melata pun di muka bumi ini melainkan Allah sudah menanggung rezekinya.” (QS. Hud: 6) Oleh karena itu, aku bekerja secukupnya dan seperlunya, dan aku tinggalkan sebagian lainnya.

Kelapan, aku perhatikan mereka hanya berharap dan mengandakan pada perniagaan, bisnis, serta kesehatan jasmani mereka saja. Maka, aku hanya berharap dan bertawakkal kepada Allah saja.

(Kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah)

Saturday, July 16, 2011

Tiada daya upaya kecuali berserta Allah-Ayat96 Surah as saaffaat

Kita sebenarnya tiada,namun Maha Kasih SayangNYA membuatkan kita
ada dan wujud, Maka perlulah kita mengenal sang pencipta kita.
Di awal perjalanan menuju Allah SWT, seseorang itu kuat beramal menuruti segala syariat. Dia melihat amalan itu sebagai kenderaan yang boleh membawanya hampir dengan Allah SWT.

Semakin kuat dia beramal semakin besarlah harapannya untuk berjaya dalam perjalanannya. Apibila dia mencapai satu tahap, pandangan mata hatinya terhadap amal mulai berubah beransur-ansur. Dia tidak lagi melihat amalan sebagai alat atau penyebab/asbab. Pandangannya beralih kepada KURINAAN Allah SWT. Dia melihat semua amalannya adalah kurniaan Allah SWT kepadanya dan kehampirannya dengan Allah SWT juga adalah kurnianNYA semata-mata.

Seterusnya terbuka hijab yang menutupi dirinya dan dia mengenali dirinya dan mengenali Tuhannya.

Dia melihat dirinya sangat lemah,jahil,serba kekurangan dan faqir. Tuhan adalah Maha Kaya, Berkuasa, Mulia, Bijaksana dan Sempurna dalam segala segi. Bila dia sudah mengenali dirinya dan Tuhannya, pandangan mata hatinya tertuju kepada Qudrat dan Iradat Allah SWT yang menerajui segala sesuatu dalam alam maya ini. Jadilah dia seorang arif yang sentiasa memandang kepada Allah SWT berserah diri kepadaNYA, bergantung dan bermohon kepadaNYA. 

Dia hanya hamba Allah SWT yang dhaif dan lemah.

Thursday, July 14, 2011

Dimana kita sekarang?

Dimana kita sekarang?

Orang yang tidak beriman kepada Allah berada dalam situasi yang berbeza. Pergantungan mereka hanya tertumpu kepada amalan mereka yang terkandung didalamnya ilmu dan usaha.

Apabila mereka mengadakan sesuatu usaha berdasarkan kebolehan,kepandaian dan pengetahuan yang mereka ada, mereka memgharapkan hasil yang setimpal. Jika ilmu dan usaha gagal mendatangkan hasil, mereka tidak mempunyai tempat bersandar lagi. Jadilah mereka orang yang berputus asa. Mereka tidak dapat melihat HIKMAT kebijaksanaan Allah SW mengatur perjalanan taqdir dan mereka tidak mendapat rahmat dariNYA.
Ramai kaum muslimin yang lain mengaitkan amal kebaikan dengan kemuliaan hidup di akhirat kelak. Mereka memandang amal salih sebagai TIKET untuk memasuki syurga, juga menjauhkan azab api neraka. Kerohanian orang bersandar kepada amal adalah sangat lemah, terutamanya mereka yang mencari keuntungan keduniaan dengan amal mereka.

Mereka tidak tahan menempuh ujian.

Mereka mengharapkan perjalan hidup mereka sentiasa selesa.

Mereka mengharapkan segala-galanya berjalan menurut apa yang dirancangkan.

Apabila sesuatu itu berlaku di luar jangkaan, mereka cepat melatah, panik dan gelisah. Bala bencana membuat mereka merasakan yang merekalah manusia yang paling malang di atas muka bumi ini.

Bila berjaya memperoleh sesuatu kebaikan, mereka merasakan kejayaan itu disebabkan kepandaian dan kebolehan mereka sendiri. Mereka mudah menjadi ego serta suka menyombong. Kesyukuran kefahaman yang datang pun hanya di bibir saja, hanya menunjuk kepada orang ramai.

Apabila rohani seseorang bertambah teguh dia melihat amal itu sebagai jalannya mendekatkan diri dengan Allah SWT. Hatinya tidak lagi cenderung kepada faedah duniawi dan ukrawi, tetapi dia berharap untuk mendapatkan kurniaan Allah SWT seperti terbukanya hijab-hijab yang menutupi hatinya. HIJAB yang menghalangnya SELAMA INI untuk mengenal Allah SWT.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Penyerahan mutlak

AMS
DIA Maha mengetahui segalanya

"Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusuf dan saudaranya(Bunyamin), dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir".

Ayat di atas menceritakan bahwa orang yang beriman kepada Allah SWT meletakkan pergantungan kepadaNYA walau apa dalam sekali pun keadaannya.

Pergantungan kepada Allah SWT membuat hati tidak berputus asa dalam menghadapi dugaan hidup. Kegagalan mendapatkan sesuatu yang diingini bukan bermakna tidak menerima pemberian Allah SWT. Selagi orang itu beriman dan bergantung kepadaNYA selagi itulah DIA Maha melimpahkan rahmatNYA.

Kegagalan memperolehi apa yang dihajatkan bukan bermakna tidak mendapat rahmat Allah SWT. Apa jua yang DIA lakukan kepada orang yang beriman pasti terdapat rahmatNYA, walaupun dalam soal tidak menyampaikan hajatnya. Keyakinan terhadap yang demikian menjadikan orang yang beriman tabah menghadapi segala ujian hidup, tidak sekali-kali berputus-asa. Mereka yakin bahwa apabila mereka sandarkan segala perkara kepada Allah SWT, maka apa jua amal kebaikan yang mereka lakukan tidak akan menjadi sia-sia.Justru itulah keyakinan kita adalah penyerahan mutlak keatas DIA.

Saturday, July 9, 2011

Tanya ku pada diri apakah ini semua cobaan belaka Kesal ku tak berakhir menduga keyakinan ku kepadaNYA Batin ku menjerit namun tiada suara

Sampaikan dariku walau hanya satu ayat-Sabda Rasulullah SAW.
Ku terpegun di jendela bila hujan gerimis senja, 
Tak ku lihat di hadapan ku diri ku dalam lamunan,
Tiada lain yang ku bayangkan hanyalah peristiwa itu,
Dosa-dosa yang ku lakukan tetap mengganggu batin.
Tanya ku pada diri apakah ini semua cobaan belaka,
Kesal ku tak berakhir menduga keyakinan ku kepadaNYA,
Batin ku menjerit namun tiada suara,
Aku cuba menyatukan semua harapan yang berkecai,
Tuhan ku bimbingkanlah diri ku agar kesal ku hilang,
Gerimis sungguh mencengkam tiada dapat ku tahan lagi,
Sungguh-sungguh tak ku menduga hingga jadi begini....

Wednesday, July 6, 2011

Mati bersendirian? hayati ayat-ayat ini

Pandanganku adalah pandanganMU,bukan milik kami.
Secara umumnya hakikat lahir manusia itu adalah dibentuk dari 4 unsur,tanah-air-angin-api, unsur lahiriah ini yang boleh dirasa,dihidu dan dilihat. 

Kebanyakan dari kita tahu akan keempat unsur ini. Tapi, kita harus ingat keempat unsur ini hanya untuk membentuk jasad dan sarung atau membina rangka luaran kita. 

Satu bahagian lagi DIRI kita yang harus kita tau ialah, diri yang bernama rohani itu, atau dalam bahasa mudahnya ialah nyawa (ROH) itulah yang Tuhan tiup dan masukkan dalam sarung kita. Inilah yang perlu kita ketahui dari mana datangnya dan bagaimana ia datang, kemudian ia pergi dari kita.

Jadi?
1.Adakah kita akan meninggalkan dunia ini berseorangan diri?
2.Adakah kita berseorang diri di lianglahad?
3.Adakah kita berseorang diri menghadap Tuhan?
4.Adakah kita berseorangan diri sekarang? dimana saudara-saudaramu?
Jika kita tidak kenal saudaramu, unsur tanah akan menghimpit remuk kita dalam tanah kubur.
Jika kita tidak kenal saudaramu, unsur api akan membakarmu diliang lahad.
Jika kita tidak kenal saudaramu, unsur air akan melemaskanmu diliang lahad dengan airnya.
Jika kita tidak kenal saudaramu, unsur angin akan menghempasmu pelusuk liang lahadmu dengan angin membadai.

Senang mengatakan, kita akan mati bersendirian, sedangkan natijahnya, benar kita akan mati seorang diri jika kita tidak kenal diri dan tidak kenal akan Tuhan mu!.

Ampun dan maaf ku pinta, aku hanya hamba Allah yang dhaif dan hina. KeredhaanMU yang ku pohon.

Sunday, July 3, 2011

Peperangan Sengit


Peperangan yang lebih besar dari perang UHUD, KHANDAK dan lain-lain peperangan ialah "Peperangan dalam diri sendiri (Hati)".
Setiap saat denyut jantung ini akan terus berperang,sehingga akhir nafas ini. Sesungguhnya, Iblis itu menanti saat dan tika untuk merosakkan anak Adam!. Justeru itu,kita wajib mengenal siapa Adam, siapa kita dan siapa DIA. Sekiranya kita tidak bersenjata (ZIKIR), nescaya pasti kecundang!.
Kelura nafas anak Adam adalah zikir! 6,666 sehari semalam nafas keluar dan masuk, sekiranya anak Adam tidak bersenjata, pasti ia kecundang!,
carilah rahsia mengenal Allah, sesungguhnya jika tidak dikenali hijab nafsu kita, ia pasti memudaratkan kita semua. Kenal saudaramu,baru kamu kenal kamu.

Thursday, June 30, 2011

Pertemuan yang WAJIB

Mari kita bersama mencari jalannya.

Perjumpaan hamba dengan Allah SWT adalah satu kemestian.

Tidak boleh tidak. 


Tidak sah seseorang hamba itu kalau dia tidak bertemu dengan Allah SWT.

Perjumpaan itu sebagai menandakan sebagai seorang hamba itu memang mempunyai hubungan kait di antara satu sama lain. 


Perjumpaan itu juga adalah wajib untuk saling kenal mengenali diantara satu sama lain.

Sesiapa yang tidak kenal atau bertemu dengan Allah, kesannya begitu amat buruk sekali. 


Orang yang tidak kenal akan Allah, keadaannya tak ubahlah seperti orang yang tidak ada Allah.


Mereka yang tidak kenal Allah samalah sepeti orang yang tidak ada tuhan. Dan mereka yang tidak ada Allah, hidupnya tidak membawa apa-apa erti, hanya mengharap balasan pahala dan syurga. 


Padahal, apalah haq kita sebagai hamba? jika tidak mengenal Allah SWT, macamana mahu memohon? atau meminta?


Silalah mencari siapa diri kita sebenarnya....

Monday, June 20, 2011

Mukholafatulihawadits


Dimana pintu yang harus dimasuki?

Kenapa payah untuk mengenali Tuhanmu?

ini kerna Allah itu tidak terbentuk, berhuruf, berwarna dan bertentangan dengan sifat-sifat zahir alam ini kerna ia berdiri di atas sifat Mukholafatulihawadits : "TIDAK ADA SESUATU PUN YANG SERUPA DENGAN DIA"-As Syura 11. Kalau silap pegangan dan pemahaman menyebabkan kita syirik dengan Allah SWT ataupun menjadikan kita bertuhan kepada diri sendiri (AKU). Justeru itu, tidak ada sesiapa di dalam dunia ini, telah mengaku dapat berjumpa dengan Allah, melainkan setakat kenal ZAT, SIFAT, ASMA dan AFAALnya sahaja. Zat Allah pun tidak siapa yang kenal.

Seandainya ada dakwaan mengatakan seseorang itu pernah berjumpa dengan Allah seperti mana dia pernah berjumpa dengan makhluk biasa, dakwaan itu tiada boleh dipercayai. Ia hanya dongeng semata-mata, satu rekaan yang dilandaskan kepada fantasia fikirannya. Dakwaan itu hanya untuk menjual kehebatan diri sahaja, kononnya dia sudah sampai ke peringkat MUQARABBIN.

Kenapa kami berkata begitu? kerna sekalian daripada Nabi besar Muhammad SAW dan para Rasul lain, tidak ada manusia yang dapat memandang Nur Allah secara pasti. Tidak mungkin bagi manusia biasa yang tidak terpilih dan diistimewakan dapat berkenalan atau berjumpa dengan Allah seperti mana yang pernah berlaku kepada Rasul-RasulNYA dan para NabiNYA itu.

Awal agama kita semua

Jangan tergelincir dengan arus dunia

AWALUDIN MAKRIFATULLAH-"Awal agama ialah mengenal Allah". 

Paling wajib dan paling bermakna dalam kehidupan seseorang itu ialah apabila ia mempunyai agama,di mana ia memahami asal-usul agamanya. Ketamadunan dan kemuliaan hidup manusia itu diukur melalui agamanya. Sementara kemuliaan dia dalam beragama itu pula bergantung sejauh mana dia kenal akan Tuhannya. Kalau seseorang itu tidak mengenali Tuhan yang menurunkan agama untuknya itu, maka agama (aqidah) itu tidak sah. Bagaimana bijak dia membaca ayat-ayat Tuhannya, ayay yang dibacanya itu SEDIKIT pun tidak memberi apa-apa makna dan erti kepadanya. Dan taraf hidupnya tak ubah seperti burung Tiong yang pandai bersiul tetapi tidak tahu apa maknanya siulan itu.
Justeru itu tugas mengenal Allah bukan tugas yang ringan dan boleh diremeh-temehkan. 

Tugas mengenali Tuhan, adalah tugas ZAHIR & BATHIN yang amat sulit dalam kehidupan manusia. Tugas mengenal Tuhanlah tugas yang berat sekali. Lantaran itu terbit hadis yang berbunyi, awaluddin makrifatullah (awal agama itu mengenal Allah).

Sunday, June 12, 2011

AlQuran yang tersurat dan tersirat? manusia malas mencari dan menghayatinya.


Apa yang kita pandang?
Kisah Nabi Allah Ibrahim dibakar oleh api, dengan penuh penyerahan mutlak,beliau melangkah akan takdirnya,namun dengan keredhaan Allah SWT,beliau tidak dibakar oleh api itu. Ini adalah kisah yang telah terjadi dan terkandung di dalam kitab AlQuran untuk renungan dan peringatan kita semua.
Tapi, dalam AlQuran juga telah menceritakan segala apa yang telah terjadi di Neraka dan di Syurga. Pelbagai kisah diceritakan kepada kita bagaimana siksaan perit yang amat sangat di Neraka hingga tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Begitu juga dengan kisah di syurga, kenikmatan yang tidak terhingga, semuanya sungguh indah sekali.
Inilah yang perlu difahami,direnungi dan dihayati...,AlQuran adalah rujukan kita semua, bahkan Rasulullah SAW meninggalkan Qalamullah ini untuk dijadikan panduan kita semasa di dunia ini sebelum ke alam barzakh dan ke alam akhirat.

Sedangkan makna ALIF LAMM MIN pun kita malas mahu mencari pengertiannya!, pendek kata, biarlah Allah SWT yang tahu maksudnya. Sedangkan DIA sendiri mahu insan mengenal perbendaharaanNYA!, DIA mahu DIA dikenali oleh kita semua.

Kita hanya menghafal AlQuran namun kita fahami isinya?

Kita fahami isi AlQuran namun adakah kita menghayatinya?

KIta menghayati AlQuran namun adakah kita selari dengan AlQuran?

AlQuran telah menceritakan segala-galanya dari awal kejadian alam semesta hingga kedudukan syurga dan neraka,adakah kita faham? apa sebenarnya yang tersurat dan tersirat? 

Umpama kejadian ini telah berlaku,namun diceritakan kembali kepada kita semua, jadi? kenapa kita masih di sini? masih hidup? belum kiamat? Wallahuallam....

seolah-olah kita melakon kembali watak kita, dan AlQuran menjadi landasan agar kita tidak lupa janji kita yang kita lafazkan di depan Allah SWT sebelum diturunkan ke dunia ini...

"AKU BERSAKSI TIADA TUHAN YANG AKU SEMBAH SELAIN ALLAH,DAN MUHAMMAD ITU ADALAH PERSURUHNYA".

dan kita juga akan kembali denganNYA berserta kalimah yang lafazkan di atas,namun adakah kita menemuinya dan memahaminya.
Kerna bila saat kita menghadapi kiamat kecil iaitu waktu nazak , tika itu, nafas dari jantung akan terhenti,kita akan panik sakan dan dapat lagikah kita menyebut kalimah itu dikala nafas jantung mulai kaku?
sedangkan kita tidak memahami kalimah syahadah yang tersurat dan tersirat.
sedangkan ramai yang tidak tahu bahawa kalimah syahadah tidak akan berhuruf bila ilmuNYA berserta dengan kita,iaitu insan,yang mempunyai 4 unsur,tanah,air,angin dan api, serta insan yang ada pada diri ALIF, DAL, MIM. Allah ada di dalam Muhammad...,itulah yang kita cari,cari dan cari.
Janganlah manusia itu tergolong orang yang rugi, kerna semua arwah-arwah yang telah meninggal dan diseksa diliang lahad, telah bermohon kepada Allah Maha Kuasa akan dimohon dihidupkan kembali di dunia ini walaupun 1 hari, kerana mereka ingin mencari DIA dan memahami DIA, Allah SWT, meliputi segala alam...

Sunday, June 5, 2011

Oh Tuhanku KepadaMu ku pohon ampun doa restu Lindungilah daku yang tidak berdaya Di bumiMu ini

Sendirian sentiasa


Gelombang
Nasibku dirundung malang,Sederas gelombang,Menghempas di pantai,Semalam aku ternoda,Dalam sinar cahaya di jendela,Tiada esok lagi,Gelap masa depan,Sinar hidup,ini tiada erti,Hidupku seperti badai,Tak henti gelora,Musnahlah segala,Perasaan dan harapan,Untuk hari esok tiada lagi, Oh Tuhanku...,KepadaMu ku pohon ampun doa restu,Lindungilah daku yang tidak berdaya,Di bumiMu ini.......

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."


Dengan siapa kita menyebut namaNYA?,
adakah kita yang menyebutnya?,
memang syariahnya, kita yang menyebutnya, namun yang sebenarnya yang tersirat dan tersurat, dengan siapa yang menyebutnya?  
adakah kita menyebutnya sendirian? menyebut seorang diri? 
sedangkan di dalam kita ada lagi kewujudannya yang kita tidak sedari dan tidak mahu ambil tahu akan kewujudan dalam diri kita sendiri, maka itulah manusia sering kerugian, sedangkan di dalam diri sendiri ada sudah dibekalkan semasa dilepaskan ke dunia ini, namun keegoan manusia membuatkan tolol,bodoh,lupa dan lalai segalanya,seolah-olah bila kita kembali kepada Allah SWT, DIA akan menerima kita!, padahal bagaimana DIA mahu menerima kita,jika kita tidak mahu mengenal DIA, Raja Perbendaharaan Segalanya!

Jadi? dengan nama siapa yang menyebut "Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang"?, adakah kita? TIDAK!!!, kita tidak bersendirian sekarang, sedangkan DIA pernah berfirman dimana ada Muhammad, disanalah ada ALLAH.

Adakah kita kenal Muhammad? bukan Nabi Muhammad atau Rasullullah SAW.

Adakah kita kenal Allah? kita tidak diajar mengenalnya,padahal Rasullulah SAW mengenal ISLAM dengan mengenal ALLAH terlebih dahulu! adakah kita menturuti syariah Rasullulah SAW? ada, dengan memelihara janggut!!!.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang...,

DIA memang maha segalanya, tapi bila kita menyebutnya,adakah sifat-sifatnya pengasih dan penyayang ada di dalam diri kita?,iya memang ada,tapi pandai berselindung,jika terjumpa kaum kafir sifat pengasih dan penyayang tiada pada diri kita dan hanya lakonan semata-mata demi persahabatan,padahal sifat itu MUTLAK sekian lama pada diri kita. Sedangkan DIA ghaib dengan zatNYA,nyata pada hambaNYA.

Sifatnya ada pada diri kita,cuma kita bodoh,tolol,temberang,egois dan lalai mahu mengenal sifatNYA sebab kita cukup yakin ALLAH akan menerima kita, sedangkan kita belum kenal DIA lagi....